
CIREBON, (Garasi Tv1)– Sebuah mobil mini bus jenis Avanza terperosok di kawasan jalan usaha tani ( JUT) Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Insiden ini terjadi setelah pengemudi memilih mengikuti rute yang disarankan oleh aplikasi pemetaan Google Maps, tanpa menyadari kondisi jalan yang tidak mendukung.
kendaraan tersebut terdapat lima orang penumpang yang berasal dari daerah Bandung. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung untuk mengerjakan sebuah proyek.
Pengemudi yang tidak akrab dengan kondisi jalan di wilayah Kabupaten Cirebon mengaku mengandalkan informasi dari aplikasi pemetaan untuk menentukan jalur perjalanan.
Salah seorang warga Supriyadi setempat yang juga menjadi saksi kejadian, mengungkapkan bahwa hal serupa bukan kali pertama terjadi di lokasi yang sama. Menurutnya, ini merupakan kejadian keempat yang melibatkan kendaraan dari luar daerah yang terperosok setelah mengikuti rute dari aplikasi pemetaan.
“Sudah sering, mungkin ini kejadian yang ke empat kalinya. Biasanya terjadi saat musim hujan seperti sekarang, ketika Sungai Cimanis (Bangka Deres) meluap dan membuat jalan usaha tani ini tergenang air,” ujar Supriyadi.
Jalan usaha tani tersebut memang dirancang untuk keperluan aktivitas pertanian masyarakat lokal, bukan sebagai jalur utama lalu lintas kendaraan bermotor. Kondisi jalan yang berlumpur dan memiliki permukaan tidak rata semakin memperparah situasi ketika tergenang air.
Selain itu lokasi jalan tersebut berada di bibir sungai cimanis yang kondisi tebing sungainya terkikis akibat derasnya arus sungai tersebut.
“Namun naasnya, saat kendaraan tersebut memasuki area tersebut, kondisi jalan sudah tergenang akibat meluapnya Sungai Cimanis. Pengemudi sepertinya tidak menyadari kondisi tersebut karena tidak ada indikasi yang jelas di aplikasi pemetaan,” tambahnya.
Setelah menyadari bahwa kendaraan terperosok dan tidak dapat bergerak lagi, salah satu penumpang segera turun dari mobil dan mencari bantuan ke warga sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi insiden. Beberapa warga kemudian berkumpul dan mencoba membantu menarik kendaraan keluar menggunakan tali tarik menggunakan kendaraan roda empat.
Namun, upaya tersebut tidak segera berhasil karena kondisi jalan yang licin dan kedalaman genangan air yang cukup tinggi.
Setelah melalui proses yang cukup lama, kendaraan akhirnya berhasil dievakuasi dan ditarik keluar dari lokasi terperosok pada sekitar pukul 24.00 WIB.
Supriyadi berharap agar masyarakat, terutama mereka yang akan melakukan perjalanan ke daerah yang tidak dikenal, lebih berhati-hati saat mengikuti rute yang disarankan oleh aplikasi pemetaan. Menurutnya, penting untuk melakukan pemeriksaan tambahan atau bertanya kepada warga lokal jika merasa ragu dengan kondisi jalan yang akan dilalui.
“Semoga ini terakhir kalinya dan tidak ada lagi korban karena mengikuti rute dari aplikasi pemetaan, Seperti pepatah yang bilang ‘malu bertanya terperosok di jalan’, lebih baik kita bertanya kepada orang yang lebih tahu mengenai kondisi medan daripada harus mengalami kesulitan di jalan,” pungkasnya. (Aditama)
