
CIREBON (Garasi tv1) – Pemerintah Desa Waled Kota, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, terus menggali berbagai potensi yang dimiliki desa sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan Pendapatan Asli Desa (PADes). Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pengembangan desa wisata berbasis agrowisata dan perikanan.(21/6/2026)

Kuwu Waled Kota, Afiat, mengatakan desanya memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru. Selain sumber daya manusia yang memadai, Desa Waled Kota juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang mendukung pengembangan sektor wisata.

“Desa kita harus mampu menggali potensi yang ada agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menambah pendapatan asli desa,” ujar Afiat.
Menurutnya, salah satu keunggulan Desa Waled Kota adalah keberadaan saluran sungai yang mengaliri area persawahan sepanjang tahun. Kondisi tersebut membuat pasokan air bagi sektor pertanian tetap terjaga, kecuali saat dilakukan perbaikan jaringan irigasi.
Afiat menjelaskan, keberadaan sungai yang tidak pernah kering menjadi modal penting dalam pengembangan kawasan agrowisata. Selain mendukung hasil pertanian yang melimpah, potensi tersebut juga dapat dikembangkan untuk sektor perikanan yang dinilai memiliki prospek menjanjikan.
“Potensi alam yang kita miliki sangat luar biasa. Ada sungai yang mengalir sepanjang tahun dan mendukung sektor pertanian. Ke depan, ini akan kita kembangkan menjadi desa agrowisata sekaligus potensi perikanan,” katanya.
Pemerintah desa berencana melakukan penataan kawasan wisata secara bertahap agar mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Dengan konsep tersebut, Desa Waled Kota diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Cirebon, khususnya wilayah Cirebon Timur.
“Kami akan terus mengembangkan dan menata desa wisata ini agar Waled Kota bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru yang membanggakan bagi Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.
Pengembangan agrowisata tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.(Solehudin)
