
CILEDUG, (Garasitv1) – Menanggapi kegaduhan dan protes yang muncul di masyarakat terkait penyebaran amplop permohonan sumbangan, Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PC PGRI) Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, akhirnya mengambil keputusan tegas. Secara resmi, dengan menghentikan seluruh kegiatan pengumpulan dana yang dikenal dengan istilah “amplopisasi” tersebut.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Ketua PGRI Kecamatan Ciledug, Surkim, sebagai bentuk tanggung jawab dan respons terhadap situasi yang berkembang. Meski mengaku niat awalnya baik untuk pembangunan gedung, namun pihaknya menilai kondisi saat ini sudah tidak kondusif dan perlu dihentikan.
“Menanggapi akhir-akhir ini terjadi kegaduhan yang disebabkan karena program PGRI mengenai amplopisasi. Memang menurut kami tujuannya baik, tapi berhubung situasi sekarang yang semakin berkembang dan tidak terkendali, akhirnya kami Pengurus PGRI Cabang Ciledug mulai hari ini secara resmi menghentikan program amplopisasi gedung PGRI,” ujar Surkim Kamis (9/4/2026).
Surkim berharap dengan adanya keputusan tegas ini, segala polemik yang terjadi di masyarakat, terutama di kalangan orang tua siswa dan guru, bisa segera mereda dan kembali kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Surkim juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang merasa terganggu dengan adanya program tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat buruk atau maksud lain selain kepentingan organisasi. Dan ha FCnya untuk menyelesaikan pembangunan gedung PGRI.
Dijelaskannya, kegaduhan yang terjadi kemungkinan besar disebabkan oleh waktu atau timing pelaksanaan yang dianggap kurang tepat, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Saya selaku pengurus PGRI Cabang Ciledug memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang tua siswa, kepada rekan-rekan guru yang barangkali dengan adanya peristiwa ini merasa terganggu dan merasa terusik,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Surkim kembali menegaskan keputusan pengurus untuk menghentikan total program pengumpulan dana tersebut. Ia juga berharap semua pihak dapat menyikapi hal ini dengan bijak dan tidak saling menyalahkan.
“Maka sekali lagi, kami dari PGRI Cabang Ciledug menegaskan bahwa program amplopisasi dengan resmi dihentikan. Dan kami mohon kepada pihak lain untuk menghentikan segala polemik, tidak memojokkan seseorang, tidak memojokkan lembaga, dan sebagainya,” tegasnya.
Keputusan ini diharapkan menjadi titik akhir dari persoalan yang sempat menjadi sorotan publik beberapa hari terakhir, serta dapat memperbaiki kembali hubungan harmonis antara pihak sekolah, guru, dan orang tua murid.(Solehudin)
