
ASTANAJAPURA, (Garasi tv1)- Kekecewaan warga terhadap kondisi jalan rusak di jalur Mertapada–Munjul hingga Gumulung Tonggoh, Kabupaten Cirebon, akhirnya memuncak. Bertahun-tahun rusak tanpa perbaikan permanen, masyarakat melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan infrastruktur jalan tersebut.selasa (12/5).

Aksi yang mengusung slogan “Rakyat Melawan, Rakyat Menggugat” itu muncul karena warga menilai pemerintah kurang serius menangani jalan yang menjadi akses utama masyarakat. Kondisi jalan berlubang dan rusak parah disebut tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Koordinator lapangan aksi, Alip, menegaskan bahwa jalan merupakan kebutuhan vital masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Jalan adalah jantung perekonomian dan mobilitas pendidikan masyarakat. Jangan sampai pemerintah acuh terhadap jalan rusak yang bisa menyebabkan kecelakaan bahkan korban jiwa,” tegasnya.
Menurutnya, ruas jalan Mertapada–Gumulung sudah mengalami kerusakan selama kurang lebih 10 tahun tanpa adanya perbaikan berarti. Warga pun mempertanyakan penggunaan anggaran infrastruktur daerah yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan.
“Rakyat berhak menggugat ketika pemerintah dianggap lalai memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Kemarahan warga juga terlihat dari munculnya sejumlah spanduk sindiran yang dipasang di sepanjang jalan rusak. Salah satunya berada di dekat perlintasan rel kereta api dengan tulisan mencolok, “Selamat Datang di Jalan Seribu Lobang”.
Warga menilai pergerakan pemerintah melakukan perbaikan baru terlihat setelah muncul rencana aksi demonstrasi. Meski demikian, masyarakat berharap langkah tersebut tidak berhenti pada perbaikan sementara atau tambal sulam semata.
“Warga sudah lama kesal karena jalan ini rusak parah. Ironisnya, pemerintah baru bergerak setelah muncul rencana aksi. Kami berharap jangan hanya tambal sulam, tapi dilakukan perbaikan permanen atau betonisasi,” harap Alip
Aksi warga berahir kecewa lantaran tidak ada pejabat Terkait yang menemui mereka untuk memastikan realisasi tuntutan mereka, namun demikian masyarakat masih menunggu komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk merealisasikan pembangunan permanen pada jalur penghubung antarwilayah tersebut agar kerusakan tidak terus berulang.(aditama)
