
LOSARI, (Garasi tv1) – Banjir yang merendam di wilayah timur Kabupaten Cirebon, terus meluas dan merendam sedikitnya empat kecamatan yakni Kecamatan Pasaleman, Waled, Ciledug, dan Kecamatan Losari, Kamis (12/2/2026).
air dengan intesitas tinggi di sejumlah desa yang terdampak bervariasi dari enam puluh hingga satu meter bahkan di Desa Cilengkrang ketinggian air mencapai 1.5 m, hingga menenggelamkan rumah dan perabotannya.
Salah satu kecamatan yang terdampak banjir dari luapan Sungai Cisanggarung
yakni Kecamatan Losari, yang merendam Desa Barisan, Losari Kidul, Mulyasari dan Desa Tawangsari, yang menyebabkan ratusan rumah terdampak.
Kapolsek Losari, AKP. Sugiono, menyampaikan banjir terjadi akibat luapan air dari Sungai Cijengkelok yang bermuara ke Sungai Cisanggarung. Debit air yang meluap melebihi kapasitas normal, mencapai 700 cm, sementara batas normalnya hanya 250 cm. Kondisi ini diperparah dengan belum tertanganinya Blok Pon oleh proyek peninggian tanggul Sungai Cisanggarung.
“Banjir terjadi di dua titik, yaitu di Blok Pon RT 16/17, RW 06, Desa Barisan. Saat ini air sudah mulai surut, namun kami mencatat sekitar 50 rumah dari tiga RT telah terendam, dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 cm,” ujarnya.
Kapolsek akp sugiono menyebut empat desa tercatat terdampak banjir akibat luapan Sungai Cisanggarung, yaitu Desa Barisan, Tawangsari Mulyasari, dan Losari Kidul.
” Untuk di Losari Kidul dan Mulyasari, banjir disebabkan oleh rembesan dari tanggul yang telah dibangun, sehingga air merembes ke pemukiman.” ucapnya.
Pihak kepolisian bersama unsur lintas sektoral dan pimpinan proyek dari PT Bumi Karsa, yang menangani proyek peninggian tanggul Sungai Cisanggarung, telah berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah penanganan. Salah satu langkah yang diambil adalah menyiapkan tumpukan pasir dalam karung untuk menutup Blok Pon yang mungkin akan terdampak di masa mendatang, dengan mendatangkan dua ekskavator.
Salah seorang warga Blok Pon Desa Barisan, Nanang, menuturkan bahwa banjir mulai masuk ke pemukiman sekitar pukul 21.30 WIB.
“Air datang dari arah selatan, dan tanggul Cisanggarung sudah sangat mepet. Air mulai meluap ke pemukiman, sementara di atas ada proyek tanggul yang sedang dikerjakan, sehingga tidak sempat ditangani. Akibatnya, air langsung masuk ke pemukiman,” ungkapnya.
Nanang memperkirakan ketinggian air mencapai sekitar setengah meter atau di atas lutut orang dewasa.
” Kami berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera menyelesaikan proyek peninggian tanggul Sungai Cisanggarung. Mereka juga meminta agar sistem drainase diperbaiki untuk mencegah rembesan air ke pemukiman saat sungai meluap. Dengan penanganan yang komprehensif, diharapkan kejadian banjir serupa tidak terulang lagi di masa mendatang, ” pungkasnya. (aditama)
