
LEMAHABANG, (Garasi tv1).- Bulan Ramadhan 2026 menjadi momentum penting bagi aparat penegak hukum di Kabupaten Cirebon. Di Kecamatan Lemahabang, wilayah yang dikenal sebagai wilayah urban yang rentan peredaran minuman keras ilegal.
Jajaran Polsek Lemahabang kembali menggelar operasi rutin. Dengan Tujuannya melindungi masyarakat dari bahaya miras, narkoba, dan obat-obatan terlarang yang mengancam generasi muda.
Kapolsek Lemahabang, Kompol Yuliana menegaskan bahwa kegiatan razia ini merupakan giat rutin yang di tingkatkan yang dilakukan sebagai persiapan menjelang pemusnahan barang bukti di tingkat Polres.
“Kami ingin memastikan bahwa menjelang Iedul Fitri, wilayah Lemahabang bersih dari peredaran miras oplosan. Ini bagian dari komitmen menjaga ketertiban dan kesehatan masyarakat,” ujarnya. Selasa (24/02/26)
Operasi tersebut tidak hanya menyasar kios-kios kecil, tetapi juga gudang besar yang diduga menjadi tempat distribusi. Aparat menemukan berbagai jenis miras pabrikan maupun miras oplosan yang telah dikemas dan siap diedarkan ke masyarakat dengan harga murah namun berisiko tinggi bagi kesehatan.
Miras oplosan bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan. Kandungan berbahaya yang tidak terukur bisa menyebabkan keracunan, bahkan kematian. Di Cirebon, kasus korban miras oplosan bukan hal baru. Karena itu, razia ini menjadi langkah preventif agar tragedi serupa tidak terulang.
Ramadhan selalu menjadi waktu refleksi dan pembersihan diri. Bagi aparat, bulan suci ini juga menjadi kesempatan untuk menegakkan aturan dengan lebih intensif. Razia miras di Lemahabang bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya moral, menjaga kesucian bulan Ramadhan dan memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa gangguan peredaran barang haram.
Menurutnya banyak yang berharap operasi tidak berhenti di bulan Ramadhan saja, melainkan berlanjut sepanjang tahun.
“Kalau miras oplosan terus diberantas, anak-anak muda bisa lebih aman. Tidak ada lagi pesta mabuk yang berujung tawuran atau kecelakaan,” kata salah seorang tokoh masyarakat. (aditama)
