
CIREBON (Garasi TV1) — Rasa prihatin terhadap kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah daerah, mendorong masyarakat Blok Karang Mulya, Kelurahan Pasalakan, untuk bergerak secara kolektif memperbaiki jalan secara swadaya.
Aksi gotong royong tersebut dilakukan secara sukarela oleh warga setempat. Mereka bahu-membahu menambal jalan berlubang menggunakan material seadanya demi keselamatan pengguna jalan.
Kondisi jalan yang rusak parah selama ini dikeluhkan warga. Selain menghambat aktivitas sehari-hari, jalan berlubang tersebut kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim penghujan.
Salah seorang warga sekaligus pengguna jalan, *Gugun*, mengungkapkan rasa syukurnya atas inisiatif perbaikan yang dilakukan warga.
“Alhamdulillah akhirnya jalan di sini diperbaiki juga. Saya bersyukur sekali, soalnya sudah sering terjadi kecelakaan karena jalan berlubang. Apalagi kalau musim hujan, lubangnya ketutup air jadi tidak kelihatan, banyak pengendara motor yang jatuh,” ujar Gugun kepada wartawan, Minggu (20/09/2026).
Menurut Gugun, warga sudah lama berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan tersebut. Namun hingga kini, belum ada realisasi.
“Kami sudah lama menunggu perbaikan dari pemerintah, tapi tidak kunjung datang. Daripada terus menunggu dan korban terus berjatuhan, warga sepakat patungan dan kerja bakti sendiri,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah Kelurahan Pasalakan maupun Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat melihat kondisi ini dan segera mengambil langkah konkret untuk perbaikan jalan secara permanen. Pasalnya, perbaikan swadaya yang dilakukan warga hanya bersifat sementara dan tidak akan bertahan lama, terutama jika dilalui kendaraan berat dan tergerus hujan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait keluhan warga Blok Karang Mulya tersebut.
Warga berharap pemerintah Kelurahan Pasalakan maupun Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat melihat kondisi ini dan segera mengambil langkah konkret untuk perbaikan jalan secara permanen. Pasalnya, perbaikan swadaya yang dilakukan warga hanya bersifat sementara dan tidak akan bertahan lama, terutama jika dilalui kendaraan berat dan tergerus hujan. **
