Uncategorized

RSUD Waled Resmikan UTDRS, Layanan Darah Kini Lebih Cepat dan Mandiri

CIREBON (Garasitv1)– RSUD Waled kini resmi memiliki Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS). Kehadiran unit ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses layanan darah yang cepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Dengan beroperasinya UTDRS, RSUD Waled tidak lagi hanya bergantung pada suplai darah dari Palang Merah Indonesia (PMI). Kini, rumah sakit tersebut mampu memproduksi dan mengelola darah secara mandiri, baik untuk kebutuhan darurat maupun perawatan rutin.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Waled, dr. M. Luthfi, Sp.PD, Subsp. HOM(K), FINASIM, MMRS, menjelaskan bahwa UTDRS merupakan unit pelayanan dengan fungsi lengkap, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi darah kepada pasien.

“Dulu kita hanya menampung darah dari PMI, sekarang dengan adanya unit ini, RSUD Waled sudah bisa memproduksi darah sendiri,” ujarnya.

UTDRS RSUD Waled menyediakan berbagai layanan utama, seperti pengolahan komponen darah menjadi Packed Red Cells (PRC), trombosit, hingga Fresh Frozen Plasma (FFP). Seluruh darah yang disediakan telah melalui proses uji saring ketat guna memastikan bebas dari infeksi dan aman untuk digunakan.

Selain itu, unit ini juga melayani donor darah sukarela. RSUD Waled bahkan menghadirkan layanan mobile unit untuk menjangkau lebih banyak pendonor, khususnya di lingkungan internal rumah sakit.

Sebelum diberikan kepada pasien, darah juga melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium, seperti penentuan golongan darah ABO dan Rhesus, serta uji cocok serasi (cross-matching) guna menjamin keamanan transfusi.

“UTDRS RSUD Waled beroperasi selama 24 jam penuh. Hal ini memungkinkan pelayanan kebutuhan darah darurat (cito) dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus menunggu pasokan dari luar daerah,” tambah dr. Luthfi.

Tak hanya layanan dasar, UTDRS juga menyediakan terapi khusus seperti phlebotomy dan therapeutic plasma exchange, yang dibutuhkan dalam penanganan berbagai penyakit, termasuk gangguan darah.

Menurut dr. Luthfi, keberadaan UTDRS menjadi solusi atas kendala geografis yang selama ini dihadapi masyarakat Cirebon Timur. Jarak menuju PMI Kabupaten Cirebon yang cukup jauh sering menjadi hambatan dalam memperoleh layanan darah secara cepat.

“Dengan adanya unit ini, pelayanan darah menjadi lebih dekat dan cepat diakses masyarakat, khususnya bagi pasien dengan kondisi seperti anemia atau penyakit yang membutuhkan transfusi rutin,” jelasnya.

Ke depan, UTDRS RSUD Waled tidak hanya melayani kebutuhan internal rumah sakit, tetapi juga berpotensi mendukung layanan darah bagi fasilitas kesehatan lain di wilayah sekitar.

“Intinya, UTDRS ini hadir untuk mendekatkan pelayanan darah kepada masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan darah spesifik pasien dapat terpenuhi secara optimal,” pungkasnya.(Aditama)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *