
GEBANG, (Garasi tv1)– Kondisi darurat sampah terjadi di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Ratusan kubik sampah yang menumpuk di pintu masuk jalan lingkar Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) akhirnya diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Senin (20/4).

Sekretaris Desa Gebang Mekar, Rian Jaelani, menyebutkan penumpukan sampah tersebut dipicu oleh dua faktor utama, yakni sampah kiriman serta keterbatasan sistem pengelolaan sampah di tingkat desa.
Kondisi ini diperparah dengan kapasitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang sudah overload.
“Hari ini bisa dibilang darurat sampah. Ada sampah kiriman dan juga dari rumah tangga, sementara TPS kami sudah kelebihan kapasitas,” ujar Rian.
Ia menegaskan, pemerintah desa sangat membutuhkan dukungan dari pihak berwenang, khususnya DLH, baik dalam penyediaan tempat pembuangan sampah yang memadai maupun armada pengangkut.
Terlebih, keterbatasan anggaran desa membuat pengelolaan sampah belum bisa berjalan optimal.
“Kami sangat membutuhkan bantuan, terutama tempat pembuangan sampah yang mudah diakses dan tambahan armada pengangkut,” tambahnya.
Meski demikian, Rian mengapresiasi mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, meskipun persoalan sampah masih menjadi tantangan serius.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan memilah sampah sejak dari rumah.
“Minimal sampah dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik punya nilai ekonomis dan bisa diolah menjadi kompos,” jelas Dede.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari tingkat RT/RW, pemerintah desa, hingga kecamatan dalam menangani persoalan sampah yang kian kompleks.
“Masalah sampah tidak bisa ditangani sendiri. Harus ada kolaborasi semua unsur, dari masyarakat hingga pemerintah,” tegasnya.
Menurutnya, inovasi pengelolaan sampah berbasis desa perlu segera diterapkan, seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos untuk mengurangi penumpukan sampah liar di lingkungan.(Solehudin)
