Uncategorized

Kritik Program MBG, Warga Waled Pasang Spanduk Soroti Pengawasan dan Standar Lingkungan

WALED, (Garasi tv1)– Keberadaan sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, yang diduga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menuai sorotan.

Tokoh muda Cirebon Timur, R. Hamzaiyah, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Hamzaiyah, secara nasional sudah banyak dapur MBG yang ditutup karena tidak memenuhi standar, termasuk tidak memiliki IPAL. Namun, di Kecamatan Waled masih ditemukan dapur yang tetap beroperasi meski diduga belum memenuhi syarat tersebut.
Ia menegaskan, seluruh SPPG seharusnya mematuhi standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait sanitasi dan pengolahan limbah, demi menjaga kesehatan masyarakat serta keadilan antar penyelenggara.

“Kalau tidak ada IPAL, seharusnya ditutup. Jangan sampai ada yang tetap beroperasi, sementara yang lain sudah ditindak. Kami minta keadilan,” tegasnya.

Hamzaiyah juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengawasan program MBG. Ia menduga ada informasi yang tidak terbuka terkait operasional dapur yang belum memenuhi syarat tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program MBG merupakan program mulia pemerintah yang tidak boleh disalahgunakan. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk mengawal pelaksanaannya agar tetap berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan kesan negatif di masyarakat.

Aksi pemasangan spanduk kritik pun dilakukan di sejumlah titik strategis sebagai bentuk kontrol sosial. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil langkah tegas terhadap dapur yang melanggar ketentuan.(Solehudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *