
MUNDU (Garasi tv1)– Kondisi jalan penghubung antara Desa Mundu Pesisir menuju Suci, tepatnya di Blok Kalijaga, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, kini memprihatinkan. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 250 meter tersebut kondisinya rusak parah, penuh lubang, dan becek, sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat serta rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah Banjarwangunan, Setu Patok, hingga menuju pusat perdagangan di Pasar Mundu. Selain menjadi jalur ekonomi, jalan ini juga dilalui oleh ribuan warga dan pelajar setiap harinya.
“Jalannya sudah luar biasa rusaknya, bahkan banyak memakan korban. Ini akses utama masyarakat dari Banjarwangunan, Suci dan Mundupesisir yang mau belanja ke Pasar Mundu. Orang berangkat ke pasar kan biasanya mulai jam 2 pagi sampai jam 4 pagi, nah, itu kalau malam atau cuaca hujan, sudah banyak yang jatuh korban di situ,” ungkap salah satu warga yang ditemui di lokasi, Rabu (6/5/2026).
Dijelaskannya, saat hujan turun, jalan tersebut tidak hanya berlubang tetapi juga tergenang air atau banjir. Lubang-lubang besar tertutup air sehingga tidak terlihat, seringkali menyebabkan pengendara motor terjatuh.
“Kalau musim hujan, wah becek dan banjir. Sempat ada orang terjatuh pak, dengan jalan seperti ini ada yang jatuh sekali ini pak. Harapan kita sih pengennya segera dicor dan diperbaiki, jangan dibiarkan terus begini,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kuwu Mundu Pesisir, Khaerun, mengakui bahwa pihaknya terus didesak oleh warga untuk segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut. Namun hingga saat ini, pihak desa belum mendapatkan kepastian jadwal kapan pengerjaan akan dilakukan.
“Makanya kemarin banyak warga yang datang ke kami ke kantor desa menanyakan, ‘Kapan Pak Kuwu segera diperbaiki?’. Kami juga belum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan warga itu karena kami belum mengetahui persis kapan jalan yang rusak begitu mau diperbaiki,” ujar Khaerun.
Padahal, menurut Khaerun, ruas yang rusak ini sebenarnya sisa yang belum dikerjakan dari pembangunan sebelumnya.
“Padahal itu tinggal sedikit lagi, kemarin tuh sudah dibangunkan itu 200 meteran, tinggal ke ujungnya saja sama ke belakang ke sana. Panjangnya sekitar 250 meter, terdiri dari 120 meter di depan dan sekitar 150 meter melewati rel kereta api,” jelasnya.
Khaerun menambahkan, sebenarnya kondisi jalan yang memprihatinkan ini sudah diketahui oleh pemerintah daerah. Bahkan tahun lalu, tim dari Kabupaten dan anggota DPRD sudah turun langsung meninjau lokasi.
“Tahun kemarin sudah ada tim dari Kabupaten untuk meninjau lokasi tersebut. Bahkan ada kunjungan Dewan Kabupaten yang dikomandoi oleh Pak Hasan Basori selaku Wakil Ketua Dewan. Mereka sudah melihat nyata bahwa jalan itu sangat luar biasa rusaknya, tapi sampai sekarang belum ada kabar kapan akan diperbaiki,” keluhnya.
Kondisi ini tidak hanya menyulitkan warga umum, tetapi juga pelajar. Banyak siswa SMK yang harus menitipkan motor atau berjalan kaki karena takut kotor terkena cipratan lumpur.
“Anak-anak sekolah juga aksesnya susah, kan banyak yang lewat situ. Motornya dititipkan di rumah warga, akhirnya kalau becek kan pada kecipratan kotoran,” tambahnya.
Saat ini pihak desa berupaya keras untuk terus berkoordinasi dan meredam aspirasi warga agar tidak terjadi tindakan anarkis seperti pemblokiran jalan. Namun, jika dibiarkan terus menerus, Khaerun khawatir kesabaran warga akan habis.
“Kemarin saya masih koordinasi sama warga, masih meredam lah, jangan sampai aksesnya dipatok atau ditutup, karena secara ekonomi juga kan nanti akan jadi masalah. Tapi kan kita juga nggak bisa selalu terus-terusan menghalangi warga. Kalau tidak diperhatikan, ya mungkin warga juga akan ada action sendiri, misalkan dipasang portal atau penghalang, itu kan nanti berdampak ke semua pihak,” pungkas Khaerun.(Solehudin)
