
Cirebon (Garasi tv1) — Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi perbaikan Gorong gorong Jembatan Kanci–Sindanglaut cipejeuh yang dinilai justru menimbulkan potensi bahaya bagi pengendara.

Salah satu pengguna jalan, Daud, mengaku hampir setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia mengapresiasi adanya perbaikan jalan, namun menyayangkan hasil pengerjaan yang dinilai terlalu tinggi sehingga memicu pengereman mendadak.
Menurutnya, perubahan kondisi jalan yang cukup signifikan membuat pengendara yang belum mengetahui situasi harus mengerem secara tiba-tiba, yang berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Perbaikannya bagus, kami apresiasi. Tapi sayangnya terlalu tinggi, jadi banyak pengendara ngerem mendadak. Itu kan berbahaya, apalagi yang belum tahu kondisi jalannya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan drainase di sekitar jembatan. Saat hujan deras, air disebut berpotensi menggenang karena posisi jalan yang lebih tinggi, sementara saluran pembuangan air belum terlihat jelas.
“Kami juga bingung airnya mau ke mana kalau hujan deras. Kalau mengendap terus, takutnya malah merusak jalan di sekitarnya,” tambahnya.
Tak hanya soal keselamatan, kondisi tersebut juga dinilai berpotensi memperparah kemacetan, terutama pada jam sibuk seperti sore hari dan saat aktivitas sekolah usai.
Daud berharap pemerintah dan dinas terkait dapat segera melakukan evaluasi serta kajian ulang terhadap kondisi jalan tersebut, baik dari sisi ketinggian maupun sistem drainase.
“Kami masyarakat hanya ingin jalan yang aman dan nyaman. Apalagi kalau bawa orang sakit atau ibu hamil, pengereman mendadak itu sangat berisiko,” katanya.
Ia juga berharap ada solusi terbaik dari pihak berwenang, seperti penyesuaian ketinggian jalan atau perbaikan sistem pembuangan air, agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
“Intinya kami serahkan ke ahlinya, yang penting jalan ini bisa aman, tidak menimbulkan genangan, dan tidak membahayakan pengguna,” pungkasnya.(Solehudin)
