
CILEDUG, (Garasitv1)– Suasana pertemuan di Dusun Mahkota, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Senin (13/4), terasa hangat sekaligus penuh harapan. Warga dari berbagai elemen berkumpul, menyampaikan keluhan yang selama ini mereka rasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, hadir dalam silaturahmi bersama Karang Taruna, Forum Kuwu PPDI, pelaku UMKM, serta tokoh masyarakat Cirebon Timur untuk mendengarkan langsung aspirasi tersebut.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, warga menyuarakan dua persoalan utama yang kian mendesak: kemacetan parah akibat aktivitas kawasan industri serta banjir yang terus berulang setiap musim hujan.
Tokoh masyarakat Cirebon Timur, Agus Maksum, mengungkapkan keresahan warga yang setiap hari harus berjibaku dengan kemacetan panjang. Kondisi ini dinilai tidak hanya menghambat aktivitas, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat.
“Perlu ada flyover atau jalur kereta di atas untuk mengurai kemacetan yang semakin parah,” ujarnya singkat, mewakili suara banyak warga.
Selain itu, persoalan banjir juga menjadi luka lama yang belum sepenuhnya terobati. Setiap hujan turun, kekhawatiran kembali datang—air meluap, aktivitas terganggu, bahkan tak jarang merendam rumah warga.
Agus menilai, penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, mulai dari normalisasi sungai hingga pembangunan tanggul yang bisa dimanfaatkan sebagai akses jalan.
“Normalisasi sungai, pembuatan tanggul, dan betonisasi seperti di Kalimalang Bekasi bisa jadi solusi,” tambahnya.
Mendengar langsung keluhan tersebut, Herman Khaeron menegaskan bahwa aspirasi warga tidak akan berhenti sebagai catatan semata. Ia berkomitmen untuk membawa persoalan ini ke tingkat pusat agar mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Aspirasi ini akan kami sampaikan ke kementerian terkait dan akan kami kawal agar ada solusi nyata,” tegasnya.
Ia menyebut, persoalan kemacetan akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan, sementara penanganan banjir akan dibahas bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
Bagi warga, kehadiran wakil rakyat yang mau mendengar secara langsung menjadi secercah harapan di tengah persoalan yang tak kunjung selesai. Mereka berharap, apa yang disampaikan hari ini benar-benar berlanjut menjadi langkah nyata di lapangan.
Herman pun menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjawab kebutuhan jangka panjang masyarakat.
“Harapannya, kemacetan dan banjir di Ciledug bisa segera teratasi, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman dan sejahtera,” pungkasnya.(Aditama)
